Hambatan Pemungutan Pajak

Pada dasarnya tidak seorang pun yang rela membayar pajak, apalagi tidak ada imbalan langsung yang dapat dirasakan oleh dirinya. Negara pun tentunya akan kesulitan dalam membiayai pengeluarannya, jika masyarakat tidak membayar pajak. Oleh karenanya, agar pajak dapat dibayar maka pemungutannya harus dipaksakan.
Kewenangan negara untuk memaksa, memang sudah sesuai dengan pengertian Negara, sebagaimana yang disebutkan oleh Prof. Miriam Budiardjo : “Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu.

Hambatan terhadap pemungutan pajak dapat dikelompokkan menjadi :


1. Perlawanan Pasif

Masyarakat enggan membayar pajak, yang disebabkan oleh :
a. Perkembangan intelektual dan moral masyarakat;
b. Sistem perpajakan yang sulit dipahami masyarakat;
c. Sistem kontrol tidak terlaksana dengan baik.

2. Perlawanan Aktif

Perlawanan aktif meliputi semua usaha dan perbuatan yang secara langsung ditujukan kepada fiskus dengan tujuan untuk menghindari pajak.

Bentuk perlawanan tersebut adalah :
a. tax avoidance, usaha meringankan beban pajak dengan tidak melanggar peraturan perpajakan;
b. tax evasion, usaha meringankan beban pajak dengan cara melanggar peraturan perpajakan atau dengan kata lain penggelapan pajak.


No comments:

Powered by Blogger.