Pengelompokan Pajak | Menurut Golongan, SIfat dan Lembaga Pemungut

Dalam Hukum Pajak terdapat pembagian jenis-jenis pajak yang dibagi dalam berbagai pengelompokan atau pembagian. 

Pajak dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu menurut golongannya, menurut sifatnya dan menurut lembaga pemungutnya. berikut akan saya jabarkan pengelompokan pajak menurut tiga kelompok tersebut beserta pengertian dan contoh-contohnya.

Pengelompokan Pajak Menurut Golongan

Pengelompokan pajak menurut golongan dibagi menjadi dua yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung, berikut penjelasannya :
Pajak langsung, yaitu pajak yang harus dipikul/ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. 
Contoh: Pajak Penghasilan (PPh), kewajiban pembayaran pajak penghasilan dibebankan kepada penerima penghasilan itu sendiri tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain. Untuk Pajak Bumi dan Bangunan serta Pajak Kendaraan Bermotor kewajiban pembayaran pajak akan dibebankan kepada si pemilik.

Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang harus dibayar oleh pihak tertentu, tetapi dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain. 
Contoh: Pajak Pertambahan Nilai, kewajiban pembayaran PPN dan PPnBM akan beralih kepada pihak yang melakukan pembelian barang yang didalamnya terdapat pengenaan PPN dan PPnBM.

Pengelompokan Pajak Menurut Sifatnya

Pengelompokan pajak menurut sifatnya dibagi menjadi dua yaitu pajak subjektif dan objektif, berikut penjelasannya :

Pajak subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau bersandarkan pada subjeknya, dalam arti memperhatikan keadaan diri wajib pajak. 
Contoh: Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk Karyawan Tetap. Pengenaan PPh pasal 21 untuk karyawan tetap dengan status TK/0 akan berbeda dengan karyawan tetap dengan status K/1 walaupun penghasilan yang mereka terima sama. Hal tersebut karena PTKP yang berlaku bagi kondisi mereka juga berbeda.

Pajak objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa memperhatikan keadaan diri wajib pajak. 
Contoh: Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Pengenaan PPN dan PPnBM atas pembelian suatu barang besarnya akan sama, walaupun kondisi/status wajib pajak yang membelinya berbeda.

Pengelompokan Menurut pemungut dan pengelolanya 

Pengelompokan pajak menurut pemungut dan pengelolanya dibagi menjadi dua yaitu pajak pusat dan pajak daerah, berikut penjelasannya :
Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara. 
Lembaga yang memungut pajak pusat adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Contoh: Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P3 (Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan), dan Bea Meterai. 

Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pememrintah daerah dan pembangunan daerah. 
Pajak daerah pun dibagi menjadi dua lagi, yaitu : pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah daerah Tk.I (Provinsi) dan pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah daerah Tk.II (Kabupaten/Kota)
Contoh 
1). Pajak Daerah Tingkat I :  pajak kendaaan bermotor dan kendaraan di atas air, bea balik nama kendaaan bermotor dan kendaraan di atas air, pajak pengambilan dan pemanfaatan air tanah dan air permukaan. 
2) Pajak Daerah Tingkat II : pajak hotel dan restoran, pajak reklame, pajak hiburan, pajak penerangan jalan.

Untuk mengunduh file presentasi atas materi Pengantar Perpajakan 2 ini silahkan unduh disini



No comments:

Powered by Blogger.